Penyuluh Kehutanan, Ayo Menulis di Kompasiana
Halo, jumpa lagi dengan saya, Indah Novita Dewi, penyuluh kehutanan yang suka menulis. Kalau ada yang nanya, saya nulis di mana? Jawabannya di mana saja. Kali ini saya ingin mengajak rekan penyuluh kehutanan untuk menulis di Kompasiana.
![]() |
| Kompasiana (sumber: Kompasiana.com) |
Pertama harus tahu dulu apa sih itu Kompasiana?
Kompasiana adalah platform blog sosial yang menerima naskah dari berbagai kalangan, berbagai tema, dengan syarat sudah mendaftar terlebih dahulu di Kompasiana. Teman-teman penyuluh tahu kan, apa yang dimaksud dengan Blog?
Blog adalah platform di mana kita bisa menulis apa saja terserah selera kita dan menerbitkannya semudah membalik telur ceplok dalam wajan. Iya, kalau kita sudah menulis, tinggal klik publish lalu tulisan kita dapat dibaca semua orang. Apalagi kalau link tulisan kita itu kita bagikan di seluruh medsos kita dan dibaca oleh teman-teman kita.
Seperti tulisan yang sedang Anda baca ini adalah contoh Blog pribadi. Sedangkan Kompasiana adalah sebuah Blog sosial yang memiliki admin pengelola. Format Blog sudah dibuat sedemikian rupa oleh admin, dan ada kategori-kategori tulisan yang dapat kita pilih.
Jadi semisal nih kita sudah mendaftar di Kompasiana dan hendak mempublish satu artikel, kita baca dulu artikel kita apakah tentang makanan atau tentang wisata, kita masukkan di kategori yang sesuai. Ingin bercerita tentang kejadian receh sehari-hari juga boleh karena ada kategori 'Diary' yang dapat kita pilih. Kalau mau nulis tentang penyuluh? Jelas boleh banget dan bisa dimasukkan dalam kategori 'Worklife.'
Kalau saya sendiri sih sudah menulis banyak artikel di Kompasiana, namun yang tentang penyuluhan baru satu, gais. Di bawah ini akan saya share captured artikel saya itu.
![]() |
| Artikel tentang penyuluhan (sumber: Kompasiana/Indah Novita Dewi) |
Saya menulis tentang kelompok tani hutan rakyat di Kabupaten Bulukumba yang butuh suntikan semangat agar tetap eksis. Agar lebih jelas, boleh dibaca di sini.
Apa manfaat penyuluh kehutanan menulis di Kompasiana? Pertama tentu saja agar tulisan kita tentang penyuluhan dapat tersebar lebih luas ya gais ya. Itu dapat memberi inspirasi buat orang lain. Dan agar orang tahu ooh tugas penyuluh kehutanan itu kayak gitu yaa.
Kedua, hasil tulisan bisa dijadikan DUPAK lho. Memang sekarang ini kita tidak lagi dituntut untuk membuat DUPAK, tapi kan kita tetap harus menulis laporan BOP ya gais ya. Nah, artikel yang dimuat di Kompasiana boleh dilaporkan sebagai hasil kinerja kita.
Ketiga, kita nambah teman dari berbagai kalangan ya gais ya... itu tentu nilai tambah dan dapat bermanfaat juga buat kita agar wawasan nambah. Tambah pinter kan pasti mau kan, ya. Jangan stagnan lah kita tu...
Keempat, sumber rezeki. Iya betul, gais...nulis di Kompasiana bisa dapat gopay berjuta-juta. Asli. Tapi tentu dengan syarat dan ketentuan berlaku, ya...
Eh, saya belum pernah dapat juta-juta, sih... paling banyak hanya dua ratus ribu sebulan. Lebih banyakan BOP. Tapi kalau ditelatenin, bisa banget dapat jutaan gais. Lumayan kan, buat nambah uang jajan sekolah anak dan gantiin gorden ruang tamu, kalau dapat segitu terus tiap bulannya.
Nanti kalau ada yang tertarik, saya bocorin cara dapat juta-jutanya, sekarang laksanakan dulu langkah pertama yaitu mendaftar di Kompasiana. Gampang kok, tinggal buka Kompasiana, lalu diikuti saja semua langkah-langkah pendaftaran di sana.
Oke, gais, penyuluh kehutanan yang berbahagia. Selamat mencoba!


Aku penyuluh kodok nih, Kak
ReplyDeleteWeleh...kodok ngorek?
Delete